Dewan Harapkan Sosialisasi Narkoba bagi Pelajar Digencarkan

Adanya sejumlah kasus di daerah terkait  dugaan penyalahgunaan obat dan pengaruh alkohol ataupun pergaulan bebas di kalangan pelajar, mendapat sorotan dari kalangan DPRD Provinsi. Pihaknya prihatin atas perilaku yang tidak seharusnya terjadi, pada anak-anak dibawah umur tersebut.


------------------------------------------------------------------------


Terkait itu anggota Komisi C Ina Prayawati mengharapkan, agar Dinas Pendidikan terus menggencarkan sosialisasi, dalam upaya pencegahan dan pemberantasan obat-obatan terlarang.


“Tentunya sosialisasi menyangkut dampak berbahaya, dari pengaruh obat daftar G atau jenis lainnya,” ujarnya kepada awak media, belum lama ini.


Melalui penyuluhan-penyuluhan semacam itu, para siswa mampu mengerti dan memahami dampak negatif, dari obat terlarang serta minuman beralkohol.


Para tenaga pengajar juga harus ikut serta dalam pengawasan langsung terhadap siswanya sendiri. Misalnya saja memperhatikan pelajar apabila ada yang aneh serta berperilaku menyimpang.


Nantinya akan dibahas secara khusus, penanggulangan serta pencegahan agar persoalan serupa tidak terulang. “Pihak sekolah juga harus waspada dan memahami perilaku siswa yang terindikasi mengarah pada keinginan coba-coba,” ujarnya.


Bahkan wajib mengetahui apabila ada murid yang diduga mulai ketergantungan obat-obatan, miras, narkoba, ata zat adiktif lainnya. Ketika sudah diketahui secara langsung, maka pihak sekolah mampu memberikan penanganan secara langsung.


Tujuannya agar ada pencegahan cepat, tanpa harus menunggu dampak yang lebih parah.


Wakil rakyat dari Fraksi PDI-P itu menilai, kasus itu merupakan hal yang sangat luar biasa. Kondisi ini wajib menjadi perhatian serius dari pemerintah, dinas, dan unsur pendidikan. Dirinya juga sepakat apabila pihak berwenang menerapkan sanksi tegas, terhadap siswa/siswi yang terbukti mengkonsumsi atau menggunakan obat terlarang/narkoba.


“Harus ada efek jera, bisa saja ada keinginan untuk mengulangi lagi perbuatan negatif tersebut,” ujar legislator dari Dapil IV yang meliputi Barsel, Barut, Bartim, dan Mura itu. Ina mengatakan lingkungan pendidikan seharusnya, tidak boleh terjamah hal-hal menyangkut narkoba. Generasi muda wajib diproteksi agar tidak mudah terpengaruh.


Apalagi pergaulan bebas menjadi salah satu faktor, yang melatarbelakangi persoalan tersebut. Wanita berparas cantik itu juga menyarankan, agar pelajar yang terbukti mengkonsumsi obat terlarang diawasi dan tetap dibina. Tujuannya agar jangan sampai perkembangan kegiatan negatif itu menyebar ke siswa lainnya. Tidak menutup kemungkinan, ujarnya, ada keinginan untuk mencoba jenis yang lebih tinggi/berbahaya lagi. Badan Narkotika Nasional (BNN) selaku leading sector pencegahan dan penindakan, diharapkan terus menggencarkan pengawasan.


“Lingkungan pendidikan haus menjadi prioritas, karena akan semakin rusak generasi kita apabila narkoba sudah masuk dilingkup itu,” tegasnya. Permasalahan itu tidak hanya memberikan rasa miris dan prihatin saja. Namun juga mengkhawatirkan masyarakat, serta para orang tua di wilayah itu.