Dewan Berharap Anggaran Sosial Rumah Ibadah Meningkat

Dana Bansos Masih Kecil


PALANGKA RAYA – Bantuan Sosial (Bansos) rumah ibadah yang digelontorkan bagi masyarakat di daerah, merupakan salah satu konsep pemerintah dalam upaya peningkatan keimanan. Terkait itu kalangan DPRD Kalteng berharap agar dana tersebut, terus mendapat tindaklanjut dan menjadi prioritas.


Anggota Komisi A yang membidangi pemerintahan, hukum, dan anggaran Hj Nataliasi berharap agar nilai dari nominal bansos bagi sarana ibadah tersebut, bisa terus ditingkatkan. Ditambahkannya dinas terkait bisa lebih memperhatikan jumlah nilai tersebut, khususnya bagi pendanaan yang ada di pelosok pedesaan atau di kabupaten.


“Kami menilai bantuan yang diberikan nilainya masih sangat kecil, dimana hanya berkisar puluhan juta saja,” ujarnya kepada awak media ketika ditemui usai melaksanakan audiensi dengan pengurus Masjid Nurul Huda, Musholla Nurul Iman, dan Darusalam dari Kecamatan Balai Riam, Kabupaten Sukamara, di ruang rapat Komisi A, Rabu (12/6).


Apalagi, ucapnya, nilai dana tersebut dirasa masih kurang cukup, dalam pelaksanaan pembangunan terkait. Memang bagi mereka yang berasal dari kabupaten terdekat, bukan menjadi sebuah permasalahan. Namun kondisi itu akan berbeda dan menjadi kendala, bagi yang berdomisili jauh dari ibukota provinsi.


Wakil rakyat dari Dapil III yang meliputi Kobar, Lamandau, dan Sukamara itu merinci berbagai pembiayaan seperti konsumsi serta transportasi akan sangat besar. Ketika bantuan yang digelontorkan hanya bernilai Rp 10 atau 20 juta saja, jelas dirasa akan sangat kurang, serta belum sesuai harapan.


Kendati begitu dirinya tetap bersyukur dengan adanya bansos bagi sarana ibadah itu. “Adanya bantuan ini juga patut kita syukuri, karena ada dana untuk pembangunan Masjid, Gereja, Pura, Mushola, ataupun Balai Basarah. Namun yang mesti diperhatikan bansos itu sendiri harus merata pembagiannya. Tidak hanya untuk unsur itu-itu saja,” pungkas wanita yang dikenal akrab dengan masyarakatnya tersebut.