Dewan Apreasiasi Kondusifnya Hari Besar

Perayaan Natal memang sudah terlaksana, dan berlalu belum lama ini. Namun sukacitanya masih terasa dalam lingkup masyarakat Kalteng. Terkait itu kalangan DPRD provinsi mengapresiasi situasi yang kondusif pada perayaan beberapa waktu lalu.


-----------------------------------------------------------------------


Menurut wakil rakyat dari Dapil I yang meliputi Palangka Raya, Katingan, dan Gumas Dr P Lantas Sinaga, kondisi yang aman dan damai pada hari besar yang ada merupakan upaya dari seluruh unsure sebut saja aparat keamanan serta masyarakat setempat selaku pihak-pihak yang mendukung di lapangan.


“Kita berharap situasi seperti ini dapat terus dipertahankan dengan tujuan publik nyaman serta tenteram dalam beribadah serta beraktivitas sehari-hari,” ujarnya kepada awak media ketika ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.


Keinginan agar seluruh unsur bersatu, juga tidak hanya sebagai teori pada kehidupan saja, namun juga


telah disebutkan dalam alkitab, yang menjadi pedoman umat Kristiani.


Disebutkannya masyarakat mestiu bersatu, rukun, dan damai antar sesama. Seperti, ujarnya, yang disabdakan Yesus Kristus yaitu “Dengan Mengatakan Damai di Bumi, dan Bagi Orang Yang Berkenan KepadaNya,” (Lukas 2:11-14).


Wakil Ketua FKUB Kalteng itu mengatakan, masyarakat yang mendapat damai dari Natal merupakan orang-orang yang tidak menyebarkan gosip, sabar, serta tidak menyebar hoax atau isu tidak bertanggung jawab. Tentunya juga tidak menghakimi, namun merindukan damai dan kasih didalam dirinya.


Selain itu tidak lupa, pria yang dikenal murah senyum serta ramah itu mengajak masyarakat untuk terus menjaga harmonisasi. masyarakat harus menghindari, adanya isu-isu yang dianggap memprovokasi. “Jangan terpancing apabila ada isu berkaitan dengan SARA,” ucapnya.


Pasalnya hal itu sangat riskan dan mampu mengundang provokasi yang berdampak negatif. Persoalan agama, budaya, atau adat jangan sampai disangkutpautkan kabar, yang belum tentu kebenarannya.


Kalteng sendiri selama ini, memiliki masyarakat yang cinta damai. Jangan sampai permasalahan kecil merusak, tingginya kerukunan umat dan suku yang ada di wilayah itu.


Anggota Komisi A itu menjelaskan, apapun permasalahannya, jangan dikait-kaitkan dengan agama atau suku. Apalagi kalau sampai ada oknum yang ingin, mendahulukan kepentingan pribadinya. Bisa juga pihak-pihak yang tidak ingin, adanya perdamaian di wilayah tersebut. Untuk itu, dirinya juga berharap masyarakat harus jeli dan bijaksana, dalam menghadapi situasi yang dianggap memecah belah.