BMKG: Lima "Hot Spot" Terpantau di Kalteng

PALANGKA RAYA- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tjilik Riwut Palangka Raya menyebutkan pada Senin (16/7) mendeteksi lima "hot spot" atau titik panas terpantau di wilayah Provinsi Kalteng.


“Menggunakan satelit Tera, pada hari ini (kemarin) kami mendeteksi sebanyak lima titik panas terpantau di Kalimantan Tengah," kata Prakirawan BMKG Tjilik Riwut, Weny Anggi di Palangka Raya, kemarin.


Dia menerangkan, kelima titik panas itu tersebar di wilayah Kabupaten Kapus dan Kabupaten Pulang Pisau masing-masing sebanyak dua "hot spot" dan sisanya berada di Kabupaten Lamandau.
"Tingkat kepercayaan titik panas di Kabupaten Kapuas antara 20 persen dan 70 persen, di Kabupaten Pulang Pisau 40 persen dan 51 persen. Sementara tingkat kepercayaan "hot spot" di Kabupaten Lamandau mencapai 55 persen," jelas Weny.
Dia menambahkan, berdasar pengamatan, di wilayah Kalteng kemarau akan terjadi hingga September yang menjadikan wilayah di provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai dan Bumi Pancasila itu berpotensi tinggi terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Sebelumnya, pihak Pusat Pengendali Data dan Operasi Provinsi Kalteng juga telah mengeluarkan peringatan dini potensi Karhutla pada 2018.
Seluruh elemen masyarakat pun diminta turut melakukan upaya-upaya pencegahan dan mitigasi bahaya kebakaran hutan dan lahan, yaitu saling mengingatkan untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.
Kemudian juga turut aktif dan tanggap dalam penanggulangan kebakaran dengan turut melakukan upaya pemadaman kebakaran jika api dinilai masih kecil atau bisa dipadamkan menggunakan peralatan seadanya.
Kemudian masyarakat diminta pula segera menghubungi pihak pemadam kebakaran terdekat atau Pusdalops Penanggulangan Bencana Provinsi Kalimantan Tengah di nomor telepon 0536-4260564 atau 081251510110, jika api dinilai sulit dipadamkan.
Beberapa hari terakhir kebakaran hutan dan lahan mulai terjadi di wilayah Provinsi Kalteng seperti di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kota Palangka Raya.
Bahkan karena kebakaran lahan semakin meluas, saat ini Pemkab Kotim telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan.ant