Berharap Minyak Kelapa Jadi Komoditi Unggulan Kotim

PALANGKA RAYA-Kalimantan Tengah (Kalteng) merupakan salah satu Provinsi yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) yang dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk industri. Oleh karena itu, DPRD Kalteng terus mendorong pelaku Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) maupun pihak pemerintah agar dapat mengembangkan potensi alam yang terdapat di Bumi Tambun Bungai ini.


Salah satunya seperti potensi perkebunan kelapa milik masyarakat yang berada di wilayah Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dimana hasil dari perkebunan ini dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk membuat minyak kelapa, yang dinilai jauh lebih baik daripada minyak kelapa sawit.


Menurut Anggota DPRD Kalteng Anggoro Dian Purnomo, pada saat Komisi B melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Kotim, pihaknya didampingi Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) setempat melihat secara langsung proses pembuatan minyak dari buah kelapa tersebut.


“Kemarin, saat kami melaksanakan kunjungan ke Kotim, rombongan Komisi B dengan diketuai HM Asera melihat secara langsung bagaimana proses pembuatan minyak kelapa tersebut, namun saat ini tempat pengolahannya belum bisa disebut perusahaan besar, atau masih disebut sebagai home industri karena terkendala beberapa hal,” kata Anggoro, saat dibincangi, di gedung dewan, Senin (8/7).


Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, meliputi Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Katingan dan Kota Palangka Raya ini juga mengatakan, beberapa kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha pembuatan minyak kelapa tersebut adalah, masih minimnya peralatan yang digunakan, pasokan listrik dan ketersediaan air sebagai salah satu bahan baku untuk pembuatan minyak kelapa tersebut.


“Pembuatannya masih dengan peralatan manual dan kendala lainnya adalah pasokan listrik yang belum memadai, serta ketersediaan air bersih sebagai salah satu bahan dasar pembuatan minyak kelapa ini. Oleh karena itu, kedepannya kita berharapusaha seperti ini dapat diperhatikan oleh pemerintah, karena komoditi seperti ini apabila dikembangkan, dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, bahkan mampu menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD),” pungkas politisi dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini.