Banyak Usulan dan Aspirasi Soal Perbaikan Infrastruktur

PALANGKA RAYA-Berbagai aspirasi dalam pelaksanaan kunjungan dalam daerah belum lama ini menjadi catatan kalangan DPRD provinsi.


Seperti pelaksanaan reses perseorangan oleh wakil rakyat dari Dapil II yang meliputi Kotim dan Seruyan HM Fahruddin di mana ada beberapa wilayah yang menjadi sasaran kunjungan seperti di Desa Cempaga Hulu, Kecamatan Cempaga.


Masyarakat di kawasan itu meminta agar perusahaan yang beroperasi di wilayah setempat dapat melaksanakan perbaikan jalan. “Memang jalur di Cempaga Hulu Kabupaten Kotim memerlukan perbaikan serta kondisinya rusak parah bahkan berlubang,” katanya kepada awak media, ketika ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.


Parahnya jalur di desa itu notabene berbahan dasar tanah dan sangat mudah hancur apalagi ketika musim hujan, jelas akan menjadi lumpur.


Disebutkannya pengaduan dari konstituen setempat sangat wajar mengingat kondisi dari infrastruktur yang ada.


Dikatakannya, keberadaan perusahaan mestinya bisa membantu masyarakat dalam memperbaiki jalan desa. Menyangkut itu memang dirinya telah menjelaskan kepada masyarakat, telah menemui pihak Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.Tentunya juga sudah meminta agar jajaran tersebut bisa melaksanakan perbaikan jalan pedesaan.


Dari penyampaian usulan itu, tampaknya CSR perusahaan yang beroperasional di wilayah setempat siap melaksanakan serta memberikan bantuan dalam upaya perbaikan jalan. Jajaran perusahaan juga berkomitmen, akan membenahi dalam waktu dekat.


“Kalau dalam waktu dekat belum ada realisasi perbaikan, maka nanti kita bisa menagih janji itu kepada manajemen perusahaan,” ucap Wakil Ketua Komisi C tersebut.


Selain itu ada juga sejumlah aspirasi lain di wilayah Seruyan, menyangkut persiapan pilkada. Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah berkurangnya pemilih akibat faktor e KTP.


Memang untuk program kartu identitas berbasis elektronik di wilayah itu, sudah memenuhi target dan berjalan dengan baik. Hanya saja jumlah pemilihnya berkurang hingga 40 ribu.


Dari informasi di lapangan, banyaknya data ganda berdampak pada pengurangan tersebut, pasalnya, sistem e KTP mengharuskan data yang masuk hanya satu individu saja.


Problema itu sendiri akibat banyaknya pendatang dari luar daerah yang terindikasi mengarah pada data pemilih yang ganda. Memang secara aturan, hal itu sudah bisa diatasi dengan adanya program kartu identitas elektronik itu.


Selain itu pihaknya yang juga turun langsung ke lapangan menilai tahapan pelaksanaan pilkada di Seruyan cukup kondusif. “Walaupun masih aman, namun tidak ada salahnya tetap waspada. Para panitia pelaksanaan pilkada seperti KPU ataupun Panswaslu juga harus tetap bekerja secara maksimal. Masyarakat juga diminta untuk menghindari adanya isu-isu ataupun informasi yang menyesatkan,” ujarnya mengakhiri.