Aspirasi di Pulang Pisau dan Kapuas jadi Catatan Dewan

PALANGKA RAYA-Sejumlah aspirasi dan usulan masyarakat menjadi catatan kalangan DPRD Kalteng saat reses/kunjungan dalam daerah belum lama ini. Salah satunya dari Dapil V yang meliputi Pulang Pisau dan Kapuas, di mana banyak sejumlah keinginan masyarakat yang disampaikan.


Menurut wakil rakyat dari Dapil tersebut H Monte Carlo diharapkan agar usulan itu dapat menjadi perhatian serta ada tindaklanjut dari jajaran Pemprov.


Dirinya menyebutkan beberapa hal yang menjadi catatan seperti pemerintah Kecamatan Dadahup Kapuas yang berharap bantuan peralatan serta anggaran operasional pemadam api.


“Mereka membutuhkan pemadam yang lebih kuat dikarenakan tanggung jawab serta tuntutan pemerintah kecamatan semakin tinggi,” katanya kepada wartawan ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/10).


Untuk itu dirinya meminta agar pemprov dan pemkab bisa lebih memaksimalkan kecamatan dalam koordinasi menyangkut penanganan karhutla.


Khususnya penanggulangan bencana kebakaran dalam pencegahan atau pemadaman api.


Anggota Komisi D tersebut menambahkan aspirasi lainnya datang dari Kecamatan Selat di Kabupaten Kapuas, di mana ada usulan mengenai tindak lanjut dana insentif untuk ketua RT di Selat Hulu.


Selain itu diperlukan juga tindak lanjut fasilitas kesehatan terutama untuk program layanan BPKS gratis yang hingga saat ini masih belum terlaksanakan di Selat Hulu.


Lalu beralih ke persoalan lain yang mengusulkan perlunya sarana dan prasarana pada STIE yang saat ini masih dalam proses akreditasi. Bahkan sekolah tinggi itu juga memerlukan rehab aula.


“Ada juga aspirasi pembangunan atau rehab terhadap Gereja Majelis Jemaat Kalawa, dan juga pentingnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan khususnya PAUD,” ucap legislator dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.


Dirinya juga menyoroti soal perhatian pemerintah dalam masalah pupuk bersubsidi di Selat Hilir. Bahkan ada juga permasalahan penerangan lampu jalan di Jembatan Pulau Telo serta perlu adanya perhatian dari pemerintah untuk kondisi halaman SDN II dan III di Murung Keramat.


Pria murah senyum itu juga mengungkapkan pentingnya infrastruktur ke arah masuk jalur SP (Jalan Kuala Kapuas, Palingkau, Dadahup).


Hal itu dikarenakan kondisi jalan yang masih sangat hancur, di mana saat ini tengah dalam tahap perbaikan, melalui sumber dana dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kalteng.