Aset Pemprov Terbengkalai

Objek Tinjauan Komisi I DPRD Kalteng (Terawat/Tidak Terawat)


1.Gedung KONI Kalteng - Tidak Terawat


2.Sebidang Tanah di Jalan Tjilik Riwut Km 1 Palangka Raya/Dihibahkan ke DPD RI


3.Lahan di Jalan Tjilik Riwut Km 3/pinjam pakai UPT PUPR Kalteng dan Balai Kementerian PUPR


4.Taman di Jalan Tjilik Riwut Km 5 – Tidak Terawat


5.Kolam Renang Isen Mulang/Perlu Peningkatan Sarana dan Prasarana


6.Lahan di belakang lapangan golf/Belum Terkelola


7.Lahan eks TVRI Km10/Dipinjam Pakai PT BTM


8.Lahan di Jalan Yos Sudarso/Terbengkalai


9.Lapangan Temanggung Tilung


PALANGKA RAYA - Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), yang membidangi Pemerintahan, Hukum dan Keuangan, Selasa (21/1) pagi, hingga siang hari menyisir aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng yang ada di Kota Palangka Raya.


Dari peninjauan aset dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan tersebut, DPRD Kalteng menemukan sejumlah aset yang terbengkalai dan tidak terawat, bahkan ada yang kondisinya memprihatinkan.


Beberapa aset milik Pemprov yang ditinjau kemarin, di antaranya gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalteng di kawasan Bundaran Besar. Kemudian, sebidang tanah di Jalan Tjilik Riwut Km 1, yang dihibahkan untuk pembangunan Kantor Perwakilan DPD RI, lahan di Km 3 yang saat ini dipinjampakaikan kepada Balai Kementerian PUPR dan Balai Pengujian Mutu PUPR Kalteng.


Usai dari tiga objek tersebut, rombongan kembali bergerak menuju taman Tjilik Riwut Km 5, selanjutnya ke Kolam Renang Isen Mulang, kemudian lahan di belakang lapangan golf. Usai dari ketiga objek ini, rombongan kembali menyisir lahan dan bangunan eks TVRI di Km 10, dilanjutkan ke sebidang tahan di Jalan Yos Sudarso Palangka Raya dan diakhiri di arena pameran Temanggung Tilung.


Dari beberapa aset yang ditinjau tersebut, sebagian terbengkalai dan tidak terawat, di antaranya gedung KONI Kalteng, Taman Tjilik Riwut Km5, lahan eks TVRI dan sebidang tanah di kawasan Yos Sudarso. Pada lahan ini terlihat tidak terawat sama sekali, sementara di depan sebidang tanah tersebut bertuliskan lahan milik aset Pemprov.


Sejumlah aset tersebut terkesan sampai saat ini belum terinventarisir dan lemah dalam pengamanan serta perawatannya. “Kami sangat menyesalkan kondisi itu. Seharusnya Pemprov optimal dalam menginventarisasi, mengamankan dan merawat aset yang dimiliki,” kata Ketua Komisi I DPRD Kalteng Y. Freddy Ering di sela-sela kunjungan lapangan, kemarin.


Tinjauan lapangan yang dipimpin Y Freddy Ering itu turut diikuti Wakil Ketua Komisi I H. Muhajirin, Sekretaris Komisi Sirajul Rahman, anggota H. Sugiyarto, Irawati, Ferry Khaidir, Toga Hamonangan Nadeak dan Hj. Rusita Irma.


Dikatakan, apabila kondisi aset yang berada di Palangka Raya dan sangat dekat dengan perkantoran Pemprov tidak diamankan dan dirawat secara baik, bagaimana lagi di sejumlah kabupaten dengan jarak sangat jauh.


Dia mengatakan, jika kurang optimal atau kekurangan anggaran dalam mengamankan, merawat dan mengelola aset, Pemprov Kalteng bisa saja melibatkan pihak ketiga, tentunya dengan memerhatikan aturan yang berlaku dan tetap saling menguntungkan.


“Tapi, langkah pertama yang harus dilakukan Pemprov adalah menginventarisasi seluruh aset dan kondisinya. Itu wajib dilakukan agar mempermudah pengamanan dan pengawasan aset-aset,” kata legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini.


Mengenai dibutuhkannya anggaran sebesar Rp3 miliar untuk memperbaiki bangunan dan sarana-prasarana di gedung KONI Kalteng, di dekat Bundaran Besar Palangka Raya, Komisi I DPRD Kalteng, belum dapat berkomentar banyak.


Dia mengatakan untuk di anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2020 belum ada disediakan biaya renovasi gedung KONI. Meski begitu, akan dilihat apakah memungkinkan dapat dimasukkan dalam APBD-Perubahan 2020, atau APBD murni 2021.


“Tujuan kami kunjungan lapangan hari ini untuk melihat langsung sebagian kondisi aset milik Pemprov yang ada di Palangka Raya. Ternyata, dari hasil kunjungan ini banyak aset tidak terawat secara baik,” pungkasnya.