Ancaman Karhutla Harus Diwaspadai

PALANGKA RAYA – Kalangan DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong Pemerintah Prrovinsi (Pemprov) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), agar tetap waspada terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).


Hal ini disampaikan Wakil Ketua I DPRD Kalteng H Abdul Razak, saat dibincangi di gedung dewan, belum lama ini, kamis(29/07). Menurutnya, walaupun belakangan terakhir masih turun hujan, tingkat kerawanan karhutla tidak boleh dianggap sepele. Seperti yang terjadi di sejumlah wilayah Kalteng beberapa pekan terakhir, terdapat beberapa titik api, namun untungnya bisa dikendalikan dengan cepat oleh para petugas dan masyarakat.


“Saya minta jangan lengah dan tetap waspada. Meskipun sering hujan tingkat kerawanan karhutla tetap ada. Seperti dilaporkan BMKG, puncak musim kemarau akan terjadi di akhir bulan Juli 2021 ini,” ucapnya.


Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat(Kobar), Lamandau dan Sukamara ini juga meyakini, pemerintah telah mempersiapkan dengan matang dan detail jauh hari sebelumnya, sehingga optimis dapat menanganinya.


“Koordinasi semua pihak juga harus intens dan dimaksimalkan. Jika mendapat informasi kebakaran hutan ataupun lahan, harus segera dilaporkan dan ditindak lanjuti, sehingga api tidak membesar dan merambat kedaerah lainnya,” ujarnya.


Selain itu, ia juga meminta agar pemerintah dapat menggencarkan sosialisasi tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan kepada masyarakat. Baik itu bercocok tanam maupun keperluan lainnya. “Karena, jika kedapatan, siapapun yang melakukan pembakaran hutan ataupun lahan hingga berakibat merugikan orang lain, akan diberi sanksi dan tindakan tegas,” tandasnya.


Kendati demikian, politisi senior dari Partai Golongan Karya (Golkar) Kalteng ini berharap masyarakat dapat bekerjasama dengan pemerintah dalam menangani karhutla. Sehingga ancaman karhutla dapat diminimalisir sedini mungkin. “Dan yang terpenting, masyarakat harus menanamkan kesadaran agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan,” pungkasnya.