3 TAHUN PEMERINTAHAN SUGIANTO-HABIB

Gaji GTT Kalteng Ditargetkan UMP


* 2020 Gaji GTT Akan UMP


* Hasil UNBK Naik 500 Persen


   (20 Siswa Meraih Nilai Sempurna)


* APK Kalteng terus mengalami kenaikan


*2019, 10 Ribu Mahasiswa Terima Bidik Misi


* APM Kalteng berada pada 77 persen


 


PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah (Disdik Kalteng), terus melakukan berbagai pembenahan disektor pendidikan. Ada 4 program prioritas pendidikan yang dilaksanakan Disdik Kalteng selama kepemimpinan Sugianto Sabran-Habib Ismail. Mulai dari peningkatan mutu pendidikan, peningkatan mutu relevandi dan daya saing, peningkatan akses pendidikan dan peningkatan manajemen dan tata kelola pendidikan.


Dari keempat program tersebut, kata Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Slamet Winaryo, dalam paparannya kepada sejumlah media, Selasa (21/5) menyampaikan, peningkatan unit cost atau gaji bagi guru tidak tetap (GTT) setiap orang setiap bulan naik, dan mencapai angka upah minimum provinsi. Langkah ini terus dilaksanakan, dimana secara bertahap mengalami kenaikan.


Ada 2.678 GTT Kalteng, kata Slamet, baik untuk tingkat SMA, SMK, dan juga SLB. Sekarang ini, gaji atau unit cost itu masih berada pada angka Rp 1,5 juta. Angka ini bertahan selama 2 tahun terakhir, yakni tahun 2018 dan 2019. Tahun 2019 ini, unit cost itu akan dinaikkan secara bertahap, yang dimulai dari tahun 2019 ini. Targetnya, pada tahun 2020 gaji yang dimiliki GTT akan UMP.


“Ini menjadi salah satu keberhasilan pemerintah, berupa menaikan gaji para GTT, sehingga sesuai dengan UMP. Bertahap memang, menyesuaikan dengan kondisi anggaran daerah. Apa yang dilakukan pemerintah ini, sebagai bentuk dukungan dalam peningkatan mutu pendidikan di Kalteng. Selain ini, masih ada cukup banyak keberhasilan yang diraih selama kepemimpinan Gubernur Sugianto Sabran,” kata Slamet.


Tahun 2019 pula, lanjut Slamet, memberikan prestasi yang sangat membanggakan bagi masyarakat Kalteng khususnya bidang pendidikan. Dimana, baru tahun 2019 ini, pencapaian nilai peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK) mencapai hasil sempurna, atau mengalami kenaikan 500 persen. Tahun 2016/2017 tidak ada yang meraih angka 100, namun 2017/2018 naik menjadi 4 siswa, dan puncaknya 2018/2019 dengan 20 siswa yang meraih nilai sempurna.


Dari sisi peningkatan pendidikan dibidang infrastruktur, kata Slamet, sekarang ini pemerintah sedang mengembangkan unit sekolah baru berupa SMK unggulan, yakni SMKN 3 Buntok. Pembangunan SMK unggulan ini sendiri telah berlangsung sejak 2018, dan pembangunan terus dilanjutkan pemerintah pada 2019. Ini program pemerintah dalam melakukan pemerataan pendidikan dari perkotaan sampai ke daerah.


Naik ke jenjang mahasiswa, Slamet menguraikan, Kalteng memiliki program bidik misi. Jumlah mahasiswa yang menerima bantuan ini, setiap tahun mengalami peningkatan. Misalnya tahun 2017 ada 2.430 mahasiswa yang menerima, namun mengalami penurunan pada 2018 dengan jumlah 2.406 mahasiswa. Pemerintah melalui Dinas Pendidikan Kalteng menargetkan, pada 2019 ada sekitar 10 ribu mahasiswa penerima program bidik misi. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah mengalokasikan 20 miliar untuk program tersebut.


Terakhir, ungkap Slamet, selama kepemimpinan Sugianto Sabran-Habib Said Ismail ini, angka partisipasi kasar (APK) Kalteng terus mengalami kenaikan. Mulai dari 80 persen, naik 87 persen, dan terbaru 92 persen. Artinya, pendidikan sekarang ini sudah dirasakan disemua pelosok daerah yang ada di Kalteng. Sementara berbicara angka partisipasi murni (APM), Kalteng berada pada 77 persen. Artinya, semua anak pada jenjang usia sekolah sedang bersekolah.ded/adv