Postingan Berindikasi SARA jadi Sorotan Dewan

PALANGKA RAYA-Menyusul adanya laporan salah satu organisasi pemuda Dayak, terkait postingan yang terindikasi adanya unsur SARA belum lama ini, mendapat tanggapan dari kalangan DPRD Provinsi. Menurut legislator dari Partai Hanura DR P Lantas Sinaga, hal itu bisa menjadi pelajaran bagi siapa saja, dalam penggunaan media sosial (medsos).


“Maka kami mengimbau agar berhati-hati, dalam berkalimat untuk postingan di medsos. Apalagi sekarang sudah ada UU ITE, yang tegas menindak siapapun tanpa kecuali, “ ujarnya kepada Tabengan, ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (6/8).


Tentunya berlaku bagi provokasi negatif, ujaran kebencian, penistaan agama, pencemaran nama baik, dan lainnya.


Dirinya juga menyarankan masyarakat harus jeli dan bijaksana menggunakan sarana tersebut. Bisa dengan menghindari memposting, hal-hal yang berpotensi pada gejolak sosial hingga perpecahan.


Intinya apapun kalimatnya ataupun makna yang tertera, ketika sudah menyangkut SARA akan bersifat sangat sensitif.


Wakil rakyat dari Dapil I yang meliputi Palangka Raya, Katingan, dan Gumas itu menuturkan, yang terpenting masyarakat juga harus bisa menyaring berbagai informasi yang ada di dunia maya tersebut.


Jangan sampai termakan informasi yang bersifat hoax, bahkan mengarah pada provokasi antarsesama.


“Di era ini isu perpecahan tengah marak. Jadi hati-hati dalam menerima informasi, yang belum tentu kebenarannya,” ucap Ketua Persatuan Gereja-Gereja Pantekosta se Indonesia (PGPI) wilayah Kalteng tersebut.


Kalteng sendiri selama ini, memiliki masyarakat yang cinta damai. Jangan sampai permasalahan kecil merusak tingginya kerukunan umat dan suku yang ada di wilayah itu.


Anggota Komisi A itu menjelaskan, apapun permasalahannya, jangan dikait-kaitkan dengan agama atau suku serta persoalan vital lainnya. Tentunya hal itu jelas sangat tidak perlu.


Apalagi ada oknum yang ingin, mendahulukan kepentingan pribadinya. Bisa juga pihak-pihak yang tidak ingin, adanya perdamaian di wilayah tersebut. Untuk itu, dirinya juga berharap masyarakat harus jeli dan bijaksana dalam menghadapi situasi yang dianggap memecah belah. Kalau terlihat hanya merusak kedamaian, lebih baik, jangan dipedulikan.