Kecamatan Kamipang Minim Tenaga Medis

Rumdin Guru Rusak Parah, dan Jadi Keluhan


PALANGKA RAYA-Salah satu sektor yang menjadi penunjang, bagi pembangunan daerah adalah kesehatan. Sayangnya masih ada sejumlah wilayah di Kalteng, yang memerlukan pembenahan pada lini tersebut. Salah satunya seperti di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan, yang hingga saat ini masih kekurangan tenaga medis.


Hal itu terlihat dari pelaksanaan reses perseorangan wakil rakyat dari Dapil I yang meliputi Palangka Raya, Katingan, dan Gumas Dr P Lantas Sinaga.


Anggota Komisi itu mengunjungi Desa Baun Bango, Kecamatan Kamipang beberapa waktu lalu.


Dari keterangan masyarakat di wilayah itu, Puskesmas Pembantu (Pustu) kekurangan tenaga perawat.


“Yang ada selama ini hanya sejumlah bidan saja, sementara tenaga perawat masih sangat kurang,” ujar Camat Kamipang Sukarti Alijat, ketika ditemui disela-sela reses tersebut belum lama ini.


Sejumlah pustu yang mengalami kekurangan itu seperti Desa Galinggang, Jahanjang, Tampelas, Ranganseha, dan Lantungan.


Di Desa Baun Bango yang merupakan induk dari kecamatan juga bernasib sama. Selain minim perawat, pihaknya juga kekurangan tenaga administrasi.


Dirinya juga menanggapi soal kebijakan bagi seluruh pegawai kesehatan yang setara SMA (dulunya SPK/DI atau DII), wajib disekolahkan lagi. Hal itu dirasa cukup berat bagi mereka, akibat terbentur dana.


Untuk itu pihaknya berharap agar baik Pemkab ataupun Pemprov bisa membantu, dalam meringankan pembiayaan tenaga kesehatan pedesaan, yang melanjutkan pendidikan.


Tidak hanya soal kekurangan tenaga medis saja, konstituen di wilayah itu juga mengeluhkan rumah dinas yang hingga saat ini belum pernah dilakukan rehab sekalipun.


Menurut Staf UPT Dinas Kesehatan Fahrudin, sarana untuk tempat tinggal itu sudah banyak yang rusak. Bahkan dirinya menyebut, kondisinya bagaikan kandang ayam. “Bahkan ada rumdin yang sudah puluhan tahun, tidak pernah mendapat perehaban satu kalipun,” ucap Fahruddin kepada Dr P Lantas Sinaga dalam reses tersebut.


Ironisnya setiap pelaksanaan Musrenbang persoalan itu sudah mendapat usulan berkali-kali. Namun tidak pernah mendapat tindak lanjut untuk realisasi. Merespons persoalan itu legislator dari Fraksi PDI-P itu mengapresiasi aspirasi serta usulan masyarakat setempat.


Terkait itu pihaknya berkomitmen, dalam menindaklanjuti keinginan masyarakat tersebut.


Tahapannya sejumlah aspirasi itu, akan disampaikan pada laporan hasil reses perseorangan rapat paripurna kedepan. “Ini merupakan hal yang krusial, mengingat betapa pentingnya perbaikan dan rehab rumah dinas agar kualitas kesehatan ataupun pendidikan bisa lebih baik,” tegas Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalteng itu.


Dirinya juga menyambut baik adanya usulan penambahan bidan, perawat, doket dan tenaga kontrk guru/kesehatan di wilayah domisili masing-masing. Sementara itu sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat seperti peningkatan infrastruktur jalan Mendawai-Pegatan.


Lalu usulan pembangunan jaringan internet antar kecamatan, telekomunikasi, serta jaringan tiang listrik di Desa Karuhing. Diminta juga pembangunan jalan menuju pelabuhan Desa Baun Bango, dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).


Masyarakat setempat juga mengeluhkan, keberadaan salah satu Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang selama ini belum berkontribusi di wilayah itu. Sebut saja persyaratan wajib plasma 20 persen dan kemitraan, yang belum terlaksana hingga saat ini.